Skip to main content

JAWABAN SOAL LATIHAN Materi: Memberikan Tanggapan ( BAB V )

 I. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!


    1.Jelaskan apa yang dimaksud dengan kalimat tanggapan positif?

Jawab : Kalimat tanggapan positif adalah kalimat yang digunakan untuk memberikan sambutan yang baik, menyenangkan, atau menguntungkan terhadap pesan yang diterima


    2. Apakah yang dimaksud dengan kalimat tanggapan negatif ?

Jawab : Kalimat tanggapan negatif adalah kalimat yang menunjukkan ketidaksetujuan, penolakan, atau ketidakpuasan terhadap sesuatu.    


3. Coba tuliskan karakteristik dari kalimat saran itu seperti apa?

Jawab : 

1. Menggunakan kata yang bersifat menganjurkan seperti: sebaiknya, alangkah baiknya, lebih baik, adanya baiknya, disarankan, dianjurkan, hendaknya, menurut saya, saya pikir, saya sarankan, dan sebagainya.

2. Menggunakan modalitas/kata saran seperti: sarankan, hendaknya, patut.

3. Menggunakan kata kerja dasar yang diikuti partikel "-lah" contohnya:

"Siapkanlah dahulu alat tulis sebelum mengerjakan ujian."


    4.Jelaskan apa yang dimaksud dengan saran?

Jawab : Kalimat saran disebut juga kalimat anjuran karena berisi sesuatu hal yang dipertimbangkan dari seseorang ke orang lain.


    5.Apakah yang dimaksud dengan tanggapan? 

Jawab : Teks tanggapan adalah teks yang berisi pendapat berupa pujian atau kritik secara objektif dan santun. Objek pada teks tanggapan antara lain; karya seni, kebijakan pemerintah, fenomena sosial, makanan, pakaian, dan lain sebagainya


II. Pilihlah satu dari tiga uraian (judul) berikut kemudian berikan!


Judul : "Pentingnya Membagi Waktu untuk Keseimbangan Aktivitas sebagai Penopang Keberhasilan Masa Depan"


1. Tanggapan positif

Jawab : Judulnya sangat informatif dan jelas menyampaikan inti pesan tentang pentingnya manajemen waktu untuk keberhasilan masa depan.

 

2. Tanggapan negatif

Jawab : Judul tersebut kurang efektif karena terlalu panjang dan kurang menarik


3. Usuan dan/ atau saran

Jawab : Sebaiknya menggunakan judul yang lain seperti "Manajemen Waktu: Kunci Sukses Masa Depan". Dengan judul yang lebih menarik, akan lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pembaca.


Comments

Popular posts from this blog

Keris: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Kekuasaan, Seni, dan Spiritualitas Jawa

Keris, senjata tajam berbilah tunggal khas Nusantara, khususnya Jawa, jauh melampaui fungsi semata sebagai alat perang. Ia merupakan representasi dari perpaduan seni, spiritualitas, dan kekuasaan yang telah terpatri dalam sejarah dan budaya Jawa selama berabad-abad. Lebih dari sekadar benda mati, keris diyakini memiliki kekuatan magis dan spiritual yang mampu mempengaruhi pemiliknya. Artikel ini akan mengupluk tuntas berbagai aspek keris, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, proses pembuatan dan jenis-jenisnya, hingga makna filosofis dan perannya dalam masyarakat Jawa.   Sejarah dan Asal-Usul Keris: Jejak Misterius di Nusantara Asal-usul keris masih menjadi misteri yang menarik perhatian para ahli sejarah dan arkeologi. Tidak ada catatan pasti kapan dan di mana keris pertama kali dibuat. Namun, berbagai teori dan bukti arkeologis menunjukkan bahwa keris telah ada di Nusantara sejak abad ke-14 Masehi, bahkan mungkin lebih awal lagi. Beberapa teori mengaitkan asal-usul...

Kejawen: Kearifan Lokal Jawa, Perpaduan Animisme, Dinamisme, dan Islam

Kejawen merupakan sistem kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa, merupakan perpaduan unik antara unsur-unsur animisme, dinamisme, dan ajaran Islam. Ia bukan agama dalam arti formal, tetapi lebih tepat disebut sebagai sistem kepercayaan atau pandangan hidup yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Kejawen tidak memiliki kitab suci atau ajaran yang baku, melainkan diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, ritual, dan praktik-praktik keagamaan yang beragam. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek Kejawen, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, ajaran dan praktik-praktiknya, hingga perannya dalam kehidupan masyarakat Jawa.   Sejarah dan Asal-Usul Kejawen: Perpaduan Budaya yang Harmonis Asal-usul Kejawen tidak dapat ditelusuri secara pasti. Ia merupakan hasil akulturasi budaya yang panjang dan kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: - Animisme dan Dinamisme: Kepercayaan kepada roh nenek moyang dan k...

Tingkeban: Tradisi Jawa yang Sarat Makna, Merayakan Kehamilan dan Mendoakan Keselamatan

Tingkeban, sebuah tradisi Jawa yang unik dan sarat makna, merupakan upacara adat yang dilakukan untuk merayakan kehamilan dan mendoakan keselamatan ibu dan janin. Upacara ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan tujuh bulan, tetapi waktunya bisa bervariasi tergantung kebiasaan setempat. Lebih dari sekadar ritual, tingkeban merupakan manifestasi dari kearifan lokal Jawa yang kaya akan simbolisme dan nilai-nilai luhur. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek budaya tingkeban, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, prosesi dan ritual yang dilakukan, hingga makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.   Sejarah dan Asal-Usul Tingkeban: Jejak Tradisi di Tanah Jawa Asal-usul tradisi tingkeban masih menjadi perdebatan para ahli, namun umumnya diyakini sebagai perpaduan antara kepercayaan animisme, dinamisme, dan ajaran agama Islam yang telah berakar kuat dalam budaya Jawa. Kata "tingkeban" sendiri berasal dari kata "tingkep," yang berarti membung...