Skip to main content

BAB V Ringkasan Materi Menyajikan Teks Diskusi Kelas IX

 Pengertian

Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda terhadap suatu permasalahan. Gagasan dan argument dari semua sisi dievaluasi sebelum menentukan keputusan. Teks diskusi (lisan maupun tulis) dapat menguji topic yang kontroversial, menggunakan argument secara langsung terhadap topic, dan harus meyakinkan.


-> Menelaah Teks Diskusi

1. Struktur teks eksposisi :

• Pendahuluan

• Pikiran utama

• Alasan dan bukti pendukung

• Simpulan 


2. Struktur teks diskusi :

• Pendahuluan

• Gagasan utama satu sudut pandang.

• Gagasan utama sudut pandang lain.

• Simpulan 


3. Ciri kebahasaan teks diskusi :

• Kalimat yang digunakan dalam teks diskusi yang menunjukkan waktu sekarang karena biasanya berbicaara tentang permasalahan actual. 

• Kata yang mewakili perasaan membawa emosi dari pandangan penulis dan pikiran.

• Kata emotif 

• Bahasa evaluative untuk mengkaji argument dan bukti pendukung

• Derajat kepastian

• Konjungsi dan penanda kohesi-koherensi


4. Konjungsi 

Berfungsi untuk menghubungkan dua pikiran atau dua pengertian

• Dan, menandai hubungan setara, penambahan

• Atau, menandai hubunganpemilihan

• Tetapi, menandai hubungan pertentangan, perlawanan.


-> Menyajikan Teks Diskusi 

1. Cara untuk menarik perhatian pembaca :

• Gunakan judul dengan bahasa yang menarik perhatian

• Mulai pendahuluan dengan pernyataan retoris

• Mulai pendahuluan dengan bahasa yang sarat emotif

• Mulai pendahuluan dengan pengggunaan kata ganti personal untuk melibatkan pembaca

• Mulai pendahuluan dengan pernyataan topic yang jelas

Comments

Popular posts from this blog

Keris: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Kekuasaan, Seni, dan Spiritualitas Jawa

Keris, senjata tajam berbilah tunggal khas Nusantara, khususnya Jawa, jauh melampaui fungsi semata sebagai alat perang. Ia merupakan representasi dari perpaduan seni, spiritualitas, dan kekuasaan yang telah terpatri dalam sejarah dan budaya Jawa selama berabad-abad. Lebih dari sekadar benda mati, keris diyakini memiliki kekuatan magis dan spiritual yang mampu mempengaruhi pemiliknya. Artikel ini akan mengupluk tuntas berbagai aspek keris, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, proses pembuatan dan jenis-jenisnya, hingga makna filosofis dan perannya dalam masyarakat Jawa.   Sejarah dan Asal-Usul Keris: Jejak Misterius di Nusantara Asal-usul keris masih menjadi misteri yang menarik perhatian para ahli sejarah dan arkeologi. Tidak ada catatan pasti kapan dan di mana keris pertama kali dibuat. Namun, berbagai teori dan bukti arkeologis menunjukkan bahwa keris telah ada di Nusantara sejak abad ke-14 Masehi, bahkan mungkin lebih awal lagi. Beberapa teori mengaitkan asal-usul...

Kejawen: Kearifan Lokal Jawa, Perpaduan Animisme, Dinamisme, dan Islam

Kejawen merupakan sistem kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa, merupakan perpaduan unik antara unsur-unsur animisme, dinamisme, dan ajaran Islam. Ia bukan agama dalam arti formal, tetapi lebih tepat disebut sebagai sistem kepercayaan atau pandangan hidup yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Kejawen tidak memiliki kitab suci atau ajaran yang baku, melainkan diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan, ritual, dan praktik-praktik keagamaan yang beragam. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek Kejawen, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, ajaran dan praktik-praktiknya, hingga perannya dalam kehidupan masyarakat Jawa.   Sejarah dan Asal-Usul Kejawen: Perpaduan Budaya yang Harmonis Asal-usul Kejawen tidak dapat ditelusuri secara pasti. Ia merupakan hasil akulturasi budaya yang panjang dan kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: - Animisme dan Dinamisme: Kepercayaan kepada roh nenek moyang dan k...

Tingkeban: Tradisi Jawa yang Sarat Makna, Merayakan Kehamilan dan Mendoakan Keselamatan

Tingkeban, sebuah tradisi Jawa yang unik dan sarat makna, merupakan upacara adat yang dilakukan untuk merayakan kehamilan dan mendoakan keselamatan ibu dan janin. Upacara ini biasanya dilakukan pada usia kehamilan tujuh bulan, tetapi waktunya bisa bervariasi tergantung kebiasaan setempat. Lebih dari sekadar ritual, tingkeban merupakan manifestasi dari kearifan lokal Jawa yang kaya akan simbolisme dan nilai-nilai luhur. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai aspek budaya tingkeban, mulai dari sejarah dan asal-usulnya, prosesi dan ritual yang dilakukan, hingga makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.   Sejarah dan Asal-Usul Tingkeban: Jejak Tradisi di Tanah Jawa Asal-usul tradisi tingkeban masih menjadi perdebatan para ahli, namun umumnya diyakini sebagai perpaduan antara kepercayaan animisme, dinamisme, dan ajaran agama Islam yang telah berakar kuat dalam budaya Jawa. Kata "tingkeban" sendiri berasal dari kata "tingkep," yang berarti membung...